Aku,anak yg terlahir setelah penantian panjang kedua orang tuaku.3 kali mempunyai anak,3 kali juga mereka harus kehilangan.Ketiga kakakku yg wujudnya belum bisa dikatakan sempurna telah lebih dulu pulang ke rumah masa depan.Orang tuaku sendiri merasa begitu terpukul,karena merasa tak dipercaya oleh Alloh.
Keluarga besarkupun mulai mengaitkan semua itu dg hal-hal mistis.Mulai dari tidak cocok tanggal pernikahannya sampai tidak pas tempat tinggalnya.Ya,begitulah keluarga nenekku dulu,sangat fasih ketika menerjemahkan hal-hal yg berbau mistis alias klenik.Tuhan hanya dijadikan sebagai simbol yg dipajang di dinding yg katanya sebagai penangkal setan.Setan apa ya??????????.Dan sialnya praduga mereka mulai mendekati fakta.Ya meskipun itu semua hanyalah kebetulan saja,tapi memang setelah orang tuaku pindah rumah,akhirnya aku terlahir ke dunia ini dan aku belum meninggal hingga saat ini,saat usiaku mulai melewati angka 20.Bahkan kemudian ibuku melahirkan lagi seorang anak laki-laki yg diberi nama ANNAS TAUFIQQURRAHMAN,seorang adik yg sangat penurut.Bahkan terkadang aku merasa malu padanya.Ya karena aku tak bisa sepatuh dia terhadap orang tua.Masa kecil dulu memang aku tergolong anak yg bandel,meskipun aku ini perempuan.Tak berapa lama setelah keluargaku merasakan kebahagiaan,ujian dating lagi.kali ini bukan kematian,tapi penyakit.Ya bapakku terserang penyakit yg katanya dokter sih komplikasi.Tapi kalau kata orang2 diSantet.Lagi-lagi aroma klenik menghinggapi kecemasan kami.Memang dulu bapak sering bergaul dg orang-orang yg menurut keluargaku adalah orang komunis.Sedangkan keluargaku adalah keluarga “SANTRI”,(yg masih percaya sama klenik).Sejak berteman dg org yg dimaksud bapak memang sering diajak bepergian ke tempat-tempat yg biasanya digunakan untuk pesugihan.Dan kata orang-orang bapakku dijadikan sebagai tumbalnya.Katanya sih karena bapak itu orang yg paling pintar tapi sekaligus paling mudah dipengaruhi dari ke 12 sauadaranya.Memang Beliaulah yg paling menonjol dibanding saudara-saudaranya yg lain.Orang-orang “santri”itu bilang kalau tumbalnya orang yg pintar maka kekayaan yg didapat semaikn banyak.Entah benar atau tidak sampai sekrang aku hanya mendengarkan saja saat diceritakan tentang hal ini.Kenyataannya penyakit bapak memang tak kunjung sembuh walaupun telah pindah dari rumah sakit yg satu ke RS lain,serta berganti-ganti dokter.Keluargakupun semakin yakin kalau ini adalah santet,bukan penyakit biasa.Merekapun menunjukkan rasa empatinya dg pergi ke dukun atau kiainya masing2 untuk mencari bantuan demi kesembuhan bapak.Masing-masing datang dg rajah,minuman sakti,atau apalah itu namanya untuk bapak.Di rumahkupun dipasang berbagai macam rajah yg dulu kukira mainan.Katanya untuk penangkal santet.Mereka tak sadar bahwa sesungguhnya tak ada bedanya dg orang yg katanya telah menyantet bapak,terjerumus kedalam kemusyrikan yg samar.Aku yg saat itu belum cukup mengerti seolah tak pernah peduli dg semua itu.Aku hanya tau kalau bapak sakit dan sedang dirawat di rumah sakit.Sesekali aku juga diajak menjenguk ke RS.Setelah beberapa bulan bapak tak kunjung sembuh juga meskipun telah banyak Kiai dan dukun yg mencoba menyembuhkan.Bahkan salah satu nenekku yg merangkap sebagai “orang pintar” mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan lagi.Parahnya ada yg mengira bahwa bapak sudah meninggal dan dating ke rumah untuk takziyah.Sampai akhirnya suatau malam ibu bermimpi ada orang berbaju putih menyapu halaman rumahku sampai bersih .Dan SUBHANALLOH,bapak mulai tersadar dan menunjukkan perkembangan signifikan.Beberapa hari kemudian bapak sudah diperbolehkan pulang dan hanya disuruh control secara bertahap saja.Semua kerabat dan tetangga begitu takjub dg kesembuhan bapak.Keluargakupun tak pernah mengira bahwa beliau bisa sembuh dg begitu gampangnya.Sungguh kami telah merasakan sebuah mu’jizat yg begitu menakjubkan.Banyak yg mengira bapak sembuh setelah dibawa ke dukun ini atau kiai itu.Tapi satu hal yg benar,kesembuhan itu pastilah bagian dari rencana Alloh.
Tahun 2006 tepatnya di bulan juli keluargaku kembali mendapat cobaan.Adikku,Annas meninggal akibat kecelakaan motor saat pulang dari gladi bersih acara perpisahan di sekolahnya.Aku benar-benar shock dan mersakan kehilangan yg teramat sangat.Benar apa kata orang bahwa rasa saying itu akan terasa jika orang yg kita sayangi itu telah tiada.Belum sempat aku membahagiakannya,mencurahkan kasih sayangku padanya.Rasa sesal yg teramat dalam menghujam jiwaku.Terkadang aku berfikir mengapa tidak aku saja yg dipanggil lebih dulu ,aku yg selalu menyusahkan kedua ortuku.
Belum hilang rasa sedih akibat kemtian adikku,kami lagi-lagi diuji.Bapak kembali terserang penyakit,GAGAL GINJAL.Sebuah keadaan yg tak pernah kubayangkan akan terjadi dalam hidupku.Ya,keluargaku harus kembali menghuni rumah sakit.Setelah dirawat selama 15 hari,bapak dibawa pulang,tetapi harus menjalani cuci darah 4 hari sekali.Selama kurang lebih 3 bulan bapak menjalani cuci darah,belum juga tampak perkembangan yg signifikan.Malah kondisi bapak semakin parah,hingga akhirnya pada tanggal 7 november 2007,bapak berpulang keharibaan-Nya.Yg membuatku menyesal adalah saat itu aku tidak berada di dekatnya.Aku masih sibuk dg kuliahku.Aku pun tak sempat melihat wajah bapak untuk yg terakhir kalinya.
Kini aku hanya tinggal dg ibu dan seorang adikku.Aku,dg asa yg tersisa akn terus berusaha untuk menyelesaikan kuliahku dan mewujudkan cita-citaku.Dari semua itu aku belajar menjadi dewasa,menjadi seseorang yg beda.Dan aku hanya bisa berdoa semoga Alloh selalu meneguhkan hatiku untuk terus istiqomah di jalannya,di tengah keterpurukan hidupku.Amieen3x









