Arsip untukApril 16, 2008

Trik Praktis Belajar Jarak Jauh via Internet

Dengan keterbatasan subjek maupun fasilitas pendidikan di Indonesia, pendidikan jarak jauh melalui Internet menjadi menarik untuk di lirik. Tulisan ini akan memfokuskan tentang beberapa trik tips yang praktis bagi anda yang ingin mencoba melihat kemungkinan pendidikan jarak jauh melalui Internet. Tentunya semua ini tanpa melalui ijin birokrasi di DIKNAS.

Di tengah kontroversi pro kontra pendidikan jarak jauh, baik dari sisi penyelenggaraannya, authentikasi siswa, jaminan kualitasnya. Di samping banyak juga keuntungan yang ada, seperti hemat biaya dan lain-lain. Ada beberapa tips dari Mettapriantini yang mungkin perlu perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengambil pendidikan jarak jauh:

Pilih sekolah yang beraliansi dengan universitas/college yang sudah mempunyai cukup nama. Perhatikan program yang ditawarkan dan pelajaran/modul yang diberikan, apakah dapat sesuai dengan yang diinginkan. Perhatikan sistem penilaian dan cara belajar mengajar, apakah siswa dapat dengan mudah mengakses tugas-tugas yang diberikan dan dapat berinteraksi secara cepat dengan tutor atau dosen dari mata kuliah yang diambil.

Jenis ijasah yang diberikan. Biaya yang harus dibayarkan, apakah biaya tersebut mampu dipenuhi oleh calon siswa. Jangan sampai di tengah jalan ternyata anda tidak mampu menyelesaikan studi hanya karena biaya yang diperlukan tidak cukup.

Perhitungkan juga biaya lain yang harus dikeluarkan untuk proses belajar , misalnya biaya akses internet, biaya pembelian literatur wajib, dan lain-lain. Ingat jika mengambil kuliah atau kursus dari luar negeri berarti literatur yang dibutuhkan adalah literatur asing, biaya ini tidak murah mengingat kurs rupiah kita semakin lama semakin terpuruk akhir-akhir ini.

Kendala bahasa. Jika mengambil sekolah jarak jauh di luar negeri yang notabene bahasa pengantarnya dalah bahasa asing, maka anda memerlukan penguasaan yang cukup memadai terhadap bahasa asing tersebut. Tapi jika anda berhasil lulus minimal anda akan mempunyai kelebihan yaitu dalam penguasaan bahasa asing tersebut.

Program pendidikan jarak jauh banyak sekali yang ditawarkan, di Indonesia anda dapat mengambil program di Universitas Terbuka http://www.ut.ac.id. Sayang sekali kebanyak program-program yang ditawarkan kurang beragam apalagi program-program tertentu hanya dapat diambil oleh lulusan dari sekolah pendidikan guru atau yang sekarang bekerja sebagai tenaga pendidik. Fakultas yang ditawarkan yaitu FMIPA, FISIP, FEKON dan FKIP. Biaya dan persyaratan yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan di UT ternyata tidak tercantum di dalam website UT tersebut.

« KEMBALI | INDEX BERITA »

Mengatasi Kesulitan Menulis Skripsi

Dalam artikel ini akan menghadirkan tulisan Zainun Mu’tadin, SPsi., MSi. yang mengemukakan beberapa cara untuk menangani permasalahan-permasalahan yang seringkali dialami mahasiswa seperti yang tersebut diatas.

Berikut ini adalah beberapa saran yang mungkin berguna untuk diikuti jika anda termasuk dalam kategori mahasiswa yang mengalami masalah dalam penyusunan skripsi:

Buatlah perencanaan dengan matang, motivasi diri kamu, fokus pada materi, tingkatkan kemampuan sosialisasi, dan mulai sekarang juga.

Perencanaan yang matang. Dalam melakukan setiap kegiatan biasakan untuk merancang suatu rencana secara matang. Dengan perencanaan yang matang diharapkan tujuan akan lebih mudah dicapai. Hersey dan Blanchard (1995) mengatakan perencanaan adalah penyusunan tujuan dan sasaran serta penyusunan peta kerja yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran. Untuk memudahkan langkah pelaksanaan penulisan skripsi, maka mahasiswa dapat membuat suatu peta kegiatan.

Motivasi diri kamu. Mengapa motivasi penting? Untuk menjelaskannya kita dapat memakai teori dasar dari motivasi yang dikemukakan oleh Vroom (Dunnet, 1990) bahwa Prestasi (P) merupakan hasil dari Motivasi (M) dan Kemampuan/Ability (A) dengan model sebagai berikut P = M x A. Dengan model ini maka bila ada dua orang dengan kemampuan yang sama mengerjakan suatu tugas yang sama pula maka hasilnya bisa sangat berbeda. Misalkan Amir dan Budi sama-sama memiliki kemampuan 100, tetapi Amir memiliki motivasi 1 sedang budi memiliki motivasi 3 maka sesuai model diatas prestasi Amir hanya 100 sedangkan Budi 300. Terlihatlah sekarang betapa motivasi sangat berperan bagi prestasi seseorang.

Untuk memotivasi diri tampaknya salah satu kalimat dalam suatu iklan produk yang berbunyi “Ayo kamu bisa”, harus selalu menjadi pegangan anda. Berkatalah pada diri sendiri “Saya pasti bisa, karena saya mampu”. Jangan anggap remeh kemampuan diri anda. Anda adalah seorang yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Waktu anda sangat banyak, gunakan dengan efektif dan efisien. Dalam 1 minggu ada 7 hari, dalam 1 hari ada 24 jam. Bila anda mengganggap waktu anda sempit, anda salah! Salah besar. Waktu anda dijadwalkan dengan batas waktu yang anda tentukan sendiri, jangan sampai waktu anda “terpaksa” di batasi oleh fakultas, karena masa studi anda sudah hampir habis.

Mulai hari ini cobalah memotivasi diri anda sejak anda berada di rumah. Buatlah diri anda berharga dan berbahagia. Bawalah kebahagian itu kemana anda berada, baik ke kampus, ke kantor atau ke lingkungan manapun juga. Tapi bagaimana caranya? Itukah yang anda tanyakan! Menurut DePorter dan Hernacki (2001), sebelum anda melakukan hampir semua aktivitas dalam hidup anda, baik secara sadar maupun tidak, anda akan bertanya pada diri anda tentang Apa manfaat ini bagiku?. Pertanyaan apa manfaatnya bagiku tersebut terus anda tanyakan pada diri anda sepanjang hari untuk memilih alternatif-alternatif aktivitas yang akan anda lakukan.

Untuk lebih jelas dapat anda bayangkan hal berikut ini : setiap pagi hari biasanya anda bangun tidur kemudian sembahyang subuh kemudian tidur lagi. Tetapi seharusnya akan lebih sehat bila anda bangun pagi sembahyang subuh kemudian berolahraga pagi. Anda harus menimbang kedua hal tersebut dengan menanyakan apa manfaatnya bagiku?. Bila anda pilih tidur lagi, ada kemungkinan anda terlambat dalam perkuliahan karena anda bangun kesiangan. Bila anda memilih berolahraga pagi, badan anda terasa segar dan sehat dan anda pun dapat berangkat ke kampus tepat waktu.

Dalam banyak situasi menemukan apa manfaatnya bagiku sama saja dengan menciptakan minat terhadap sesuatu yang akan kita kerjakan (DePorter Hernacki, 2001). Untuk beberapa hal mungkin mudah sekali kita tertarik dan berminat melakukannya namun ada juga hal-hal yang harus dipaksa terlebih dahulu sebelum kita tertarik untuk mengerjakannya.

Namun demikian, sesulit apapun sesuatu yang harus anda lakukan, anda selalu dapat menemukan sesuatu hal menarik yang dapat memberikan motivasi bagi diri anda. Paling penting bagi anda adalah bahwa anda sudah termotivasi untuk mempelajari suatu hal/informasi baru karena beberapa alasan.

Hal inilah yang dapat membantu anda untuk menyelesaikan penulisan skripsi anda. Pada saat anda sudah termotivasi maka segala sesuatu akan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Sedangkan rasa bosan dan malas dengan sendirinya akan musnah, bila anda sudah termotivasi dengan baik (istilah kerennya: motivasi menulis skripsi sudah terinternalisasi)

Fokus pada materi. Sebelum mulai menulis cobalah anda tanyakan pada diri sendiri: “Bidang apa dalam Psikologi yang sesuai dengan selera saya; Klinis, Perkembangan, Sosial, Olahraga, Pendidikan, Industri dan Organisasi atau ….?”. Selanjutnya tentukan pilihan anda dan mulailah memilih topik yang sederhana dan gampang untuk mencari sumber bacaan atau informasi. Jangan menulis suatu topik yang terlalu luas, usahakan fokus pada satu permasalahan dan anda harus dapat membuat batasan secara jelas. Permasalahan yang dirumuskan haruslah logis dan terdukung oleh literatur dan bahan bacaan yang memadai.

Hal ini sejalan dengan apa yang pernah dikemukakan oleh Sumadi Suryabrata, Guru besar fakultas Psikologi UGM, bahwa untuk jenjang Strata 1 (S1) bentuk penulisan jangan terlalu sulit, cukup membuktikan hubungan dua variabel atau perbedaan suatu variabel.

Dengan perkataan lain, janganlah anda mempersulit diri dengan memilih topik yang hebat-hebat atau heboh padahal anda tidak yakin bahwa anda menguasai materi tersebut, dan jangan terlalu idealis bila anda ingin menyelesaikan skripsi dengan cepat dan tepat waktu. Namun demikian tidak berarti bahwa skripsi boleh dibuat ala kadarnya.

Sebagai orang berpendidikan anda juga harus sadar bawa skripsi yang anda hasilkan harus memiliki nilai akademis dan manfaat bagi siapapun yang berkepentingan terhadap skripsi tersebut.

Langkah awal yang terpenting untuk diingat dalam penulisan suatu penelitian ilmiah (Skripsi) adalah kemampuan anda untuk membuat rumusan permasalahan, tujuan penelitian dan manfaat penelitian tersebut. Semua itu harus memiliki landasan teori yang mendasar dan didukung argumen logis dari penulis. Tanpa itu mustahil dapat disetujui oleh dosen pembimbing.

Tingkatkan kemampuan sosialisasi. Dalam menyusun skripsi, menulis bukanlah kemampuan satu-satunya yang harus dikuasai, karena kemampuan sosialisasi memiliki porsi yang cukup vital. Rasa takut untuk menemui dosen pembimbing adalah salah satu cerminan kemampuan sosialisasi yang buruk.

Rasa takut ini harus dibuang jauh-jauh dengan memulai dari diri sendiri dengan cara paling sederhana seperi menjaga penampilan fisik dan bersopan santun. Terkadang mahasiswa tidak percaya diri karena penampilan fisik yang tidak layak bagi seorang mahasiswa seperti memakai celana jeans robek, tidak memakai sepatu, rambut gondrong dan dikucir, dan hal lain yang menjadi kebiasaaan buruk dalam penampilan sehari-hari.

Bagi sebagian mahasiswa mungkin tidak akan ada masalah jika berhadapan dengan mahasiswa lain atau teman-temannya, tetapi jika berhadapan langsung dengan dosen pembimbing, seringkali mereka menjadi tidak percaya diri. Nah bagi anda yang merasa bahwa penampilan anda kurang oke, cobalah segera memperbaikinya. Bila anda sudah dapat memperbaiki penampilan maka rasa percaya diri akan tumbuh lebih baik.

Selain itu rasa takut muncul lebih besar dikarenakan cerita-cerita dari kakak-kakak senior tentang dosen pembimbing yang killer. Untuk hal ini, sebaiknya anda jangan sekali-kali percaya begitu saja, buktikan terlebih dahulu, karena terkadang reaksi dosen menjadi killer adalah karena sikap mahasiswa yang kurang santun dan tidak memperhatikan situasi dan kondisi.

Terlebih lagi bagi anda mahasiswa psikologi yang diharapkan lebih dapat bersikap yang lebih baik dibanding dengan mahasiswa fakultas lain. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan anda harus dapat memahami kapan waktu dan kondisi yang tepat untuk bertemu dosen pembimbing. Bila perlu cobalah anda pelajari kepribadian dosen pembimbing anda sehingga anda tahu persis bagaimana membina hubungan yang baik demi kelancaran proses penulisan skripsi anda.

Mulai sekarang juga. Inilah saatnya, jangan menunggu, anda harus mulai mencari literatur sedini mungkin. Saat ini juga baca sebanyak mungkin literatur yang anda suka, kemudian rumuskan menjadi variabel yang siap dituliskan di skripsi anda.

Datangi seluruh perpustakaan yang ada, toko buku dan pedagang buku bekas untuk mencari bahan-bahan yang anda butuhkan. Jelajahi juga website-website yang menyediakan informasi yang anda butuhkan. Baca juga ensiklopedia elektronik seperti Encarta, Grolier, Britanica atau yang lainnya.

Segeralah lengkapi diri anda dengan buku penuntun penulisan skripsi yang biasanya diterbitkan oleh fakultas, atau bagi anda mahasiswa fakultas Psikologi, anda dapat membaca dan mengikuti ketentuan penulisan karya ilmiah dari APA (American Psychologist Association).

Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mencatat dengan lengkap nama pengarang, tahun terbit, judul buku, penerbit serta halaman dari kutipan yang anda baca. Mengingat bahwa hal-hal tersebut sangat vital, usahakan anda dapat memperoleh copy dari tulisan yang anda kutip.

Begitu data/informasi sudah terkumpul,maka anda harus segera menyusun tulisan berdasarkan bahan yang ada dan memformulasikannya menjadi sebuah proposal yang kemudian diajukan ke fakultas. Jangan pernah menunda untuk menyusun proposal skripsi, sebab sekali tertunda maka akan membutuhkan waktu yang lama bagi anda untuk mulai mengerjakannya kembali. Oleh karena itu, Mulailah Sekarang Juga! Selamat mencoba, semoga sukses.

100 Hari Kinerja KPK Pimpinan Antasari Masih Mengecewakan

Meski mengakui sejumlah keberhasilan dalam upaya pengungkapan kasus korupsi, namun Pusat Kajian Anti Korupsi UGM menilai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 100 hari di bawah kepemimpinan Antasari Azhar masih cukup buruk.

“Raport KPK memang tidak merah tetapi tidak juga hitam. Bisa dikatakan nilainya D (kurang),” kata salah satu Direktur Advokasi Pukat Korupsi UGM, Zainal Arifin Mochtar di kantor Pukat, Selasa (15/4).

Salah satu indikasi negatif yang dinilai Pukat adalah masih adanya tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi. Hal ini terlihat dari penetapan tersangka dari sejumlah kasus seperti kasus aliran daan BI ke DPR. Sejauh ini KPK telah menetapkan tiga tersangka dari kalangan pejabat BI. Namun tidak satupun tersangka dari kalangan DPR maupun aparat penegak hukum.

“Padahal berdasarkan laporan audit BPK dana BI tersebut juga mengalir ke beberapa anggota komisi XI DPR Periode 1999-2004 dan ke aparat penegak hukum,” kata Mochtar seperti dilansir UGM online.

Menyangkut tertangkapnya jaksa Urip Tri Gunawan, menurut Mochtar, nuansa tebang pilih mulai terlihat. KPK terlihat terlalu fokus pada jaksa UTG dan melupakan aktor lain di kejaksaan. Padahal diduga kuat Urip hanyalah pemain lapangan yang dikendalikan aktor intelektual pelaku mafia peradilan.

Hal lain yang juga disoroti Pukat UGM adalah ketidaberanian KPK dalam kasus BLBI yang merupakan kasus korupsi terbesar di negeri ini. Penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung menulai kekecewaan karena pada akhir Februai 2008 Kejaksaan Agung menghentikan penyelidikan kedua kasus yang diduga melibatkan Sjamsul Nursalim dan Anthony Salim. Namun desakan agar KPK mengambil alih kasus ini ternyata tidak direspon dengan baik.

“Penuntasan proses hukum kasus BLBI sejatinya menjkadi tolok ukur serius atau tidaknya pemerintah dalam pemberantasan korupsi,” tambah Mochtar.

Evaluasi yang dilakukan Pukat terhadap 100 hari kinerja KPK di bawah kepemimpinan baru ini dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap sejumlah surat kabar antara lain Media Indonesia, Kompas, Jawa Pos, Repbulika, Koran Tempo, Seputar Indonesia, Kedaulatan Rakyat dan Detik.Com. Dari pengamatan tersebut diperoleh data ada 19 kasus yang saat ini ditangani KPK dan 17 kasus merupakan kasus peninggalan KPK sebelumnya.

“Dari kasus-kasus itu hanya 2 kasus baru yang terungkap yaitu kasus penyuapan jaksa Urip dan kasus Al Amin melibatkan Al Amin Nasution dan Sekda Bintan Azirwan,” katanya.